buku tutorial teknisi komputer

Mengenal Port Forwarding pada Mikrotik

Back to Mikrotik.. Setelah lama ngga ngroprek mikrotik lagi, akhirnya minggu kemarin saya mencoba kembali men-setup mikrotik, kali ini mikrotik digunakan untuk keperluan port forwarding. Tujuannya adalah agar komputer (server) dalam jaringan lokal bisa diakses dari jaringan internet. Keuntungan dari port forwarding ini kita hanya memerlukan 1 buah IP Publik untuk mengakses beberapa komputer, yang dibedakan hanya nomor port-nya saja. Selain mengakses komputer tentu saja device lain seperti misalnya IP Camera atau CCTV pada jaringan lokal dapat diakses dari internet dengan bantuan port forwarding mikrotik ini.

Pengertian Port Forwarding

Secara prinsip Port forwarding adalah pengalihan (redirection) koneksi dari suatu IP dengan nomor Port tertentu ke IP lain dengan Port yang sama atau berbeda.

Dalam jaringan TCP/IP Port mengidentifikasikan sebuah proses tertentu di mana sebuah server dapat memberikan sebuah layanan kepada klien atau bagaimana sebuah klien dapat mengakses sebuah layanan yang ada dalam server. Port dapat dikenali dengan angka 16-bit  yang disebut dengan Port Number dan diklasifikasikan dengan jenis protokol transport apa yang digunakan. Karena memiliki angka 16-bit, maka dalam bilangan integer nomor port ini dimulai dari 0 sampai 65.535. (http://id.wikipedia.org/wiki/Port_(Jaringan_Komputer))

Port Forwarding dengan Mikrotik RB 750

Port Forwarding Mikrotik RB750

Misalkan kita mempunyai topologi jaringan seperti diatas dimana kita mempunyai router mikrotik rb 750 dengan IP public 222.123.56.21 dan sebuah server dengan IP local 192.168.1.2.  Misalkan server tersebut berfungsi sebagai web server sehingga nantinya port yang digunakan adalah port 80 (default port untuk protokol HTTP), maka dengan port forwarding ini kita akan menseting router dengan prinsip: ketika ada koneksi ke IP 222.123.56.21 port 80 harus kita alihkan ke alamat IP 192.168.1.2  port 80. Apabila diperlukan nomor port ini nantinya dapat kita ubah sesuai kebutuhan.

Seting Port Forwarding pada Mikrotik

Untuk port forwarding dalam mikrotik ini kita akan menggunakan DSTNAT (Destination NAT) yaitu NAT  yang dilakukan pada paket yang ditujukan ke jaringan natted. DSTNAT ini berguna ketika kita akan merubah arah komunikasi atau mengubah alamat tujuan.

Dengan skenario dan topologi jaringan seperti diatas maka perintah port forwarding pada mikrotik adalah sebagai berikut:
/ip firewall nat add chain=dstnat dst-address=222.123.56.21 protocol=tcp dst-port=80 action=dst-nat to-addresses=192.168.1.2 to-ports=80
Perintah tersebut kurang lebih mengandung arti bahwa ketika ada paket datang ke IP 222.123.5.21 port 80 maka akan dialihkan ke IP 192.168.1.2 dengan port yang sama yaitu port 80. Untuk membuktikan bahwa konfigurasi fort forwarding telah berhasil bisa langsung dicek dengan mengakses alamat 222.123.5.21 dengan web browser dari jaringan internet. Seharusnya halaman tersebut akan menampilkan halaman awal dari web server kita.

Demikianlah pembahasan singkat mengenai pengertian port forwarding dan cara seting port forwarding pada mikrotik. Untuk artikel berikutnya akan dibahas tentang cara penggunaan port forwarding untuk aplikasi remote desktop dan simulasi bagaimana caranya untuk open port 443 (https) pada mikrotik.
Oh iya, ada informasi menarik nich.. Dalam waktu yang terbatas, temen-temen bisa mendownload Ebook panduan lengkap Windows 7 dalam Bahasa Indonesia senilai $9.9 secara legal dan GRATIS. Info selengkapnya klik disini

Daftarkan Email Anda untuk mendapatkan Ebook Gratis dan Informasi menarik lainnya:

1 Response to "Mengenal Port Forwarding pada Mikrotik"

  1. trus kalo istilah " Open port " itu apa yah mas?
    makasih infonya btw :v /

    #tkj36lazuardi.blogspot.com

    BalasHapus